Posted on 31-07-2008
Filed Under (Uncategorized) by Freddy Hernawan

Beberapa hari ini saya berada di sisi dunia lain. Sisi dunia itu bukan berupa kenyataan, tapi hanya berupa fatamorgana, khayalan dan mimpi-mimpi belaka. Sisi dimana alam pikiran menjadi tidak ada gunanya. Kesibukan menjadi suatu utama. Tak sempat bersapa "hallo" sedikitpun. "ah betapa sombongnya aku" itulah kalimat yang sempat terlontar dalam batin, disela-sela ketika keberadaan jiwa [...]

ShareThis

Comments Off    Read More   
Posted on 23-07-2008
Filed Under (Uncategorized) by eNPe

Uff..capek euy, keliling sana sini, muter2 cari tandatangan demi melengkapi berkas2 untuk persyaratan prajabatan. Alhamdulillah, skrg hari terakhir pengumpulan berkas n saya sudah memasukan berkas tersebut ke BKD Kota Pontianak.

Besok, 24 Juli 2008 jam 07.30 Peserta Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan CPNS Formasi Tahun 2008 Pemerintah Kota Pontianak diminta datang ke BKD Kota Pontianak untuk mendapatkan pengarahan pelaksanaan Prajabatan. Hmm…jadi penasaran apa lagi yang akan “dipersiapkan, kekekekeke…

Ok lah, bu guru izin sampe pertengahan bulan Agustus 2008. Insya allah, stlh prajabatan akan nongol lagi dan siap berbagi, hehehe…

Comments Off    Read More   
Posted on 18-07-2008
Filed Under (Uncategorized) by eNPe

Bulan Juli tahun lalu saya pernah cerita tentang kacamata trus bagaimana perkembangan yang terjadi tahun ini??? Postingan tahun lalu saya tulis tanggal 20 Juli, skrg tanggal 18 Juli *beda 2 hari aja* saya akan cerita tentang kacamata juga.

Kacamata yang lama *tahun lalu* saya gunakan adalah :

Kiri : silinder = 0.75 dan minus = 0

Kanan : silinder = 1.00 dan minus = 0

Jadi mata saya tidak minus tapi silinder, kekekeke…

Pada saat menemani adik ganti kacamatanya yang hilang, saya iseng2 periksa juga dan… saya mendapatkan hasil :

Kiri : silinder = 1.25 dan minus = 1.25

Kanan : silinder = 1.00 dan minus = 0.75

Waaaaaaaaaa…skrg mata saya ada minusnya..Hiks! *pengaruh kah karena rajin ng-blog* Tapi alhamdulillah, setidaknya ukuran silinder n minusnya tidak besar *semoga tidak bertambah* dan saya masih nyaman dengan kacamata lama *alasan gak ganti kacamata*, hehehehe…

Ketika kita melihat seseorang menggunakan kacamata, apa yg sering kita tanyakan??

“Matanya minus berapa??”

Begitu bukan? Ntah apa sebabnya orang lebih sering menganggap mata yang tidak normal *pake kacamata* dianggap matanya minus. Padahal belum tentu minus.

Saya sendiri sering dilontarkan pertanyaan seperti itu. Jawaban yang saya berikan biasanya seperti ini :

“Tidak ada minus, hanya silinder”

Jawaban tersebut malah menimbulkan pertanyaan baru lagi..

“Silinder itu gmn?”

Nah loh??? Emangnya orang yang pake kacamata hanya karena matanya minus?! Ya gak lah. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini.

Seperti itulah kondisi mata minus jika melihat jarak jauh. Mata minus disebut sebagai myopia, yaitu pandangan kabur atau blur pada saat melihat detail jarak jauh.

Selanjutnya lihat lagi gambar berikut :

Selain mata minus ada juga mata silinder, yaitu gejala blur ke arah tertentu, tidak seperti minus yang blurnya sama ke segala arah 360°. Patokan silinder ini gejalanya berbeda-beda, diukur dari titik pusat konsentris antara 0 hingga 180°.

Menurut cerita di sini ada beberapa kelainan reflaksi yang sering dijumpai :

· Miopia
Kelainan sering diistilahkan rabun jauh. Terjadi karena sistem optik yang sangat kuat pembiasannya, sehingga fokus bayangan benda yang dilihat akan jatuh di depan retina. Kelainan ini bisa dikoreksi dengan lensa minus. Oleh sebab itu, mata miopia dikenal sebagai mata minus.

· Hipermetropia
Kalau yang ini dikenal dengan istilah rabun dekat. Apa yang terjadi pada rabun dekat merupakan kebalikan dari miopia, yaitu sistem optik yang terlalu lemah sehingga fokus dari bayangan benda yang dilihat akan jatuh di belakang retina. Kelainan ini harus dikoreksi dengan lensa plus sehingga fokusnya maju ke posisi normal.

· Astigmatisme
Kelainan ini tidak hanya meliputi masalah bagaimana fokus bayangan dibentuk, karena fokus benda yang dilihat terpecah menjadi dua bayangan.
Biasanya astimagtisme terjadi karena lengkung datar kornea dan lengkung tegak kornea tidak simetris. Keadaaan ini bisa dianalogikan dengan lengkungan pada sendok. Pada satu sisi ada yang landai sedangkan sisi lainnya terjal. Kalau sistem optik atau suatu lensa terlalu melengkung/terjal maka cahaya yang terbias melalu retina menjadi terlalu dekat. Sedangkan lengkung yang landai membuat fokusnya menjadi terlalu jauh. Akhirnya, imej atau citraan yang jatuh jadi terpecah dua.

Nah, kelainan ini yang oleh orang awam disebut sebagai mata silinder. Namun, terminologi mata silinder ternyata tak tepat karena sebenarnya bukan matanya yang silinder tetapi lensa yang fungsinya mengoreksi keadaan astigmatisme itulah yang bersifat silinder. Jadi, yang ada lensa silinder bukan mata silinder. Kasus astigmatisme banyak dijumpai pada orang Asia.

· Kombinasi Kelainan

Kelainan lensa silinder bisa dibarengi dengan kelainan mata minus atau plus. Kalau kelainan astigmatisme berbarengan dengan kelainan rabun dekat, maka fokus benda yang terlihat terpecah menjadi dua dan jatuhnya di depan retina. Gangguan ini bisa diatasi dengan lensa silinder yang disatukan dengan lensa minus. Sedangkan bila dibarengi rabun jauh, fokus benda yang terpecah akan jatuh di belakang retina. Gangguan seperti ini dapat diatasi dengan lensa silinder yang disatukan dengan lensa plus.

Sekarang sudah lebih jelas apa itu minus n silinder. Saya tambah lagi cerita tentang silinder…

Penderita mata silinder menurut dokter sebagian besarnya karena ‘genetik’ atau turunan. Tidak akan mengganggu apabila tidak ada stressornya. Komputer merupakan salah satu stressor sehingga orang yang secara genetik memiliki mata silinder akan mulai merasakan ketidaknyamanan, karena kerusakan yang semakin besar. Pada orang yang matanya normal, bagian hitam terkecil yang ada di kornea mata berbentuk lingkaran. Pada penderita mata silinder, kerusakan berada di ligkaran tersebut, sehingga bentuknya bukan lagi lingkaran. Hal ini menyebabkan mata tidak menangkap cahaya yang memantulkan ’sesuatu/benda’ dengan baik. Itu sebabnya penderita mata silindris tidak bisa melihat suatu objek secara focus. Cahaya yang masuk dipantulkan tidak tegak lurus ke objek.

Cukuplah cerita tentang mata minus dan silinder…Kesimpulannya mata saya sekarang kombinasi kelainan.

Semoga bermanfaat..

Wallahu’alam

Comments Off    Read More   
Posted on 15-07-2008
Filed Under (Uncategorized) by eNPe

Sebelumnya saya pernah tampilkan percakapan ancor lebor seorang bapak n anaknya. Kalau belum baca silahkan klik ini.

Kali ini percakapan sederhana ibunda dengan ananda pada saat ibunda menjemput ananda pulang sekolah…

Dengan kecepatan 40km/jam ibunda mengendarai sepeda motor dan membonceng ananda tercinta. Mereka sambil ngobrol diperjalanan. Ketika ada polisi tidur *semen ato aspal yang dibuat agak tinggi*, ibunda mengurangi kecepatan.

Ananda : Bu, kok barusan jalannya pelan?

Ibunda : Iya, tadi kan kita lewati polisi tidur jadi ibu kurangi kecepatan.

Ananda : Dari tadi saya tidak melihat polisi *binun mode on*

Ibunda : Pas kita jalan agak pelan tadi, kan ada tanjakan kecil. Nah itu namanya polisi tidur

Ananda : Polisi tidur?? Setiap hari dilewati kendaraan polisinya tetap tidur, kok nggak bangun2? Berarti bukan polisi tidur donk tapi polisi mati. Coba bunda tanya sama pak polisi…

Ibunda : Ok lah, ntar bunda tanya sama pak polisi dulu…

Terkadang kepolosan anak kecil bisa membingungkan orang dewasa. Pernyataan n pertanyaan yang dilontarkan anak2 bisa membuat orang dewasa kewalahan bahkan tidak menyangka anak sekecil itu bisa ngomong gitu.

Sebagai orang dewasa kita harus terus belajar..belajar..dan belajar! Untuk menjalani hidup, selalu ada ilmunya. Tidak jarang orang tua merasa telah lama mengarungi kehidupan banyak makan asam garam jadi lupa untuk belajar. Satu hal yang penting adalah bahwa belajar tidak hanya di bangku sekolah, dari anak kecil atau lingkungan sekitar pun kita tetap bisa belajar.

Never Old To Learn!

Btw, sapa yang bisa bantu ibunda untuk kasi penjelasan ke ananda ttg polisi tidur n polisi mati???

Comments Off    Read More   
Posted on 11-07-2008
Filed Under (Uncategorized) by eNPe

Anak merupakan rezeki yang Allah SWT titipkan kepada semua orang tua. Di kemudian hari orang tua akan mempertanggung jawabkan anak2 yang Allah titipkan padanya.

Orang tua tidak membeda-bedakan apakah anak perempuan atau anak laki-laki. Sering kita dengar, masih ada saja keluarga yang menginginkan anak perempuan/laki-laki tetapi kenyataan yang Allah berikan tidak sesuai dengan keinginan. Berikut ada cerita menarik di lingkungan sekitar saya. Insya Allah bisa kita ambil hikmah n pengalaman untuk bekal kemudian hari. Saya tidak akan menggunakan nama samaran seperti di sini jadi pakai istri, suami, anak saja *tetap merahasiakan identitas sebenarnya*.

Sebuah keluarga yang sangat menginginkan anak laki-laki, tetapi sudah empat kali persalinan, sang istri melahirkan anak perempuan. Suami pun kecewa lalu berunding dengan istrinya untuk mengambil anak angkat laki-laki dari panti asuhan. Niat awal suami sudah tidak baik, karena menganggap dengan adanya anak angkat itu bisa ”memancing” agar kelak istrinya bisa melahirkan anak laki-laki. Heran deh! Anak kok pake pancing segala, emangnya ikan???

Apa yang dicita-citakan keluarga itu terwujud. 4 tahun kemudian, istrinya melahirkan anak laki-laki. Keluarga sangat bahagia karena Allah telah mengabulkan doanya selama ini. Lalu bagaimana dengan anak laki-laki yang diasuhnya sejak bayi??? Ternyata orang tua *angkat* anak itu tidak ”memerlukan” dirinya. Identitas bahwa dia adalah anak yang diambil dari panti asuhan pun terbuka. Anak yang masih balita, tidak mengerti apa2 harus dijadikan tumbal *bisa gak sih diibaratkan seperti itu* karena ke-egoisan orang dewasa. Setelah anak laki-laki lahir dari rahim istrinya, suasana keluarga berubah. Semua perhatian n kasih sayang hanya terfokus pada sang bayi impian. Tapi Allah punya rencana lain. Belum genap 1 tahun bayi laki-laki tadi meninggal. Tidak jelas informasi yang didapat karena begitu byk versi dari keluarga, teman2 n tetangga sekitar rumah mereka. *daripada cerita yg blm jelas* Apapun penyebab meninggalnya bayi tadi adalah hal yang terbaik untuk keluarga itu.

Maaf, saya tidak bisa menceritakan secara detail bagaimana keluarga tersebut karena inti dari pesan yang akan saya sampaikan pada dasarnya hanya perbedaan perlakuan orang tua *terutama sang suami* terhadap anak laki-laki dan anak perempuan. Dan adanya kasus ”anak pancingan” yang kali ini ”berhasil” mereka lakukan.

Mereka terlalu mengagung-agungkan anak laki-laki. Dengan dalih untuk meneruskan keturunan *suatu tradisi* sehingga lupa mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan. Na’uzubillah…

Kenapa harus ada perbedaan gender seperti itu?? Toh sama saja, anak laki-laki ataupun anak perempuan. Sebagai orang tua tetap memiliki kewajiban yang sama untuk membesarkan, mengasuh, mendidik dsb.

Halah, *lagi2* bu guru sok2an..menikah aja belum, tapi cerita ttg anak n orang tua. Huehehehehe

Comments Off    Read More   
Posted on 08-07-2008
Filed Under (Uncategorized) by eNPe

*Bapak sedang berada di kantor n anak di rumah. Dari kantor, bapak menghubungi anaknya ke telpon rumah*

Bapak : Nak, telpon bapak tadi kenapa nggak diangkat?

Anak : Kapan bapak nelpon??

*Anak merasa baru ini telpon rumah berdering, sambil ngecek log hape*

Anak : Nggak ada telpon masuk kok, di hape juga nggak ada.

*Anak penasaran n agak merasa bersalah jika sampai tidak mengangkat telpon dari bapak*

*Dengan santainya bapak menjawab..*

Bapak : Mana bisa ngangkatnya, telpon bapak kan di kantor sedangkan kamu di rumah..! Huehehehehe…

Anak : Waaa…bapak ngerjaiiiin..

Anak : Pak, saya mau tanya hal penting tapi bapak jawab dengan jujur ya?

Bapak : Iya, kamu mau tanya apa?

Anak : Dari rumah menuju kantor bapak ada berapa belokan?

Bapak : *sambil mikir* Hmmm..dari rumah, kamu belok ke Jalan Damai, pas simpang tiga belok ke arah Mesjid, lurus aja sampai ada bundaran. Trus kamu belok kanan, menuju Mall. Nah, di kiri parkiran Mall, ada Jalan Bahagia. Kamu masuk jalan itu,ketemu deh kantor bapak. Paham?

Anak : Bapak kok jawabnya ribet banget??? Kata Bu Guru, belok itu cuma dua, belok kanan dan belok kiri..

Bapak : *^$#*&Q)()@(*@!#)@!#$!%*

Comments Off    Read More   
Posted on 07-07-2008
Filed Under (Uncategorized) by eNPe
Keluarga TKP1
Keluarga TKP1

Untuk memenuhi janji saya pada tulisan yang lalu, gambar di atas adalah foto keluarga TKP (Trio Kwek2 Ponty).

Mulai dari kiri : abang, adek bungsu, mbak + cs, bapak + sazkia *anak kandung bapak*

Eits..tunggu, ganti foto ajah. Kasian, wajah bapak tertutup kipas, kekekeke…

Keluarga TKP2
Keluarga TKP2

Nah, kalo foto di atas kan lebih jelas…

Weks…kini giliran cs yang matanya gak sadar kamera mandang ke lain.. Hayoo..mas, lagi liatin apa sih?!?

Hmm..sepertinya masih ada yang kurang??? Apa ya… *pura2 mikir*

Ada abang, adek bungsu, mbak + cs, bapak…trus ibu mana???

Ok lah, ini foto mesra bapak + ibu

bapak + ibu
bapak + ibu

Keluarga bahagia…

Comments Off    Read More   
Posted on 07-07-2008
Filed Under (Uncategorized) by Freddy Hernawan

Bebarapa hari belakangan ini saya sering jengah, stress, kesal dan dongkol kalau lagi di jalan raya. lha kok stressnya baru beberapa hari belakangan ini saja? iya karena belakangan ini saya sering keluar rumah. stressnya kenapa? dongkolnya kenapa? kenapa kesal?
Saya stress ketika kemacetan timbul dibeberapa ruas jalan raya (pontianak udah mulai suka macet euy), apalagi belakangan [...]SHARETHIS.addEntry({ title: “stress dijalan raya, sampai ngerjain orang”, url: “http://hernawan.web.id/2008/07/stress-dijalan-raya-sampai-ngerjain-orang/” });

Comments Off    Read More   
Posted on 03-07-2008
Filed Under (Uncategorized) by eNPe

Sudah lama Bu Guru tidak posting tentang pendidikan. Apa yang akan saya sampaikan ini terinspirasi dari dua orang anak kelas XII yang kurang beruntung. Semoga bisa bermanfaat bagi pembaca.

Pengumuman kelulusan SMA sederajat telah lewat hampir tiga minggu. Bagi yang lulus, begitu bahagia dan tradisi coret2 ato konvoi pun dilakukan utk meluapkan kegembiraan. Sekarang mereka berjuang untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi n lebih mahal. Apa yang terjadi dengan mereka yang tidak lulus ujian?? Ya..ikut Ujian Paket C donk. Hal itu tidak terjadi dengan dua siswa yang akan saya ceritakan. Apa yang terjadi dengan mereka???

Pertama, kita sebut saja namanya Bunga. Seorang siswi yang pintar n ceria serta ramah. Minggu2 ini saya tidak melihat Bunga. Saya pikir dia telah berangkat ke Bandung untuk melanjutkan kuliah disana. Ternyata…saya mendapat kabar, Bunga terbaring di ICCU di salah satu rumah sakit. Singkat cerita, Bunga lgsg pingsan ketika membaca surat kelulusan yang menyatakan dia TIDAK LULUS! Bunga memiliki penyakit jantung *baru diketahui*… gak tega rasanya melihat Bunga terbaring lemas, tanpa daya, tubuhnya dikelilingi selang n alat pernapasan… Hilang sudah cita2nya untuk berangkat ke Bandung. Saya sendiri antara percaya dan tidak, kenapa anak cerdas seperti Bunga bisa tidak lulus??? Satu jawaban konyol yg saya dapatkan dari temannya adalah “Bunga itu sok alim. Dia nggak mau nyontek. Mentang2 pinter. Ya gitu deh hasilnya.” Itukah rahasia lulus ujian??? Saya terdiam sepersekian detik mendengar ucapan teman Bunga yang lulus yang bangga karena menyontek! Astaghfirullah…

Cerita kedua seorang siswa, namanya Cakep *nama samaran* yang bernasib sama seperti Bunga, tidak lulus ujian. Hanya saja, Cakep berbeda latar belakang dengan Bunga. Untuk melanjutkan sekolah sampai SMA, Cakep tinggal dengan orang. Lebih tepatnya menjaga, merawat rumah orang sibuk, punya uang tapi gak punya waktu. Efek tidak lulus bagi Cakep adalah : sekitar 1 minggu ini saya mendengar suara musik yang nyaring, padahal biasanya tiap pagi rumah Cakep sepi, sunyi. 2 kali saya memergoki Cakep berdiri di depan pagar rumahnya termenung dengan memakai baju seragam. Anak2 remaja disekitar rumahnya mulai membicarakan Cakep… Saya yakin, Cakep berjuang untuk melanjutkan sekolah. Walaupun tinggal dengan orang, Cakep pasti punya impian, punya cita2 tapi semua berubah hanya karena selembar kertas yang diterimanya dan tertulis TIDAK LULUS.

Air mata ini tidak bisa ditahan jika ingat apa yang terjadi pada mereka…

Inikah hasil perjuangan mereka selama 3 tahun sekolah??

Comments Off    Read More   
Posted on 30-06-2008
Filed Under (Uncategorized) by Freddy Hernawan

Hari ini, sambil nunggu client, saya ada nerima telepon interlokal nanyain soal "kena virus". "duh virus lagi virus lagi" itu kalimat yang muncul dalam benak saya.
Soal virus kenapa banyak orang yang suka terkena? karena mereka tidak mengetahui ciri ciri virus. cuma ngandalin anti viri tanpa mau tahu apa sebenarnya file (virus) itu. padahal virus [...]SHARETHIS.addEntry({ title: “Cara Liat virus”, url: “http://hernawan.web.id/2008/06/cara-liat-virus/” });

Comments Off    Read More